
Dokter dapat membantu mengatasi infertilitas dengan berbagai cara, salah satunya melalui tindakan bedah minimal invasif, yaitu laparoskopi.
Laparoskopi adalah prosedur operasi menggunakan kamera fiber optik yang dimasukkan melalui sayatan kecil di sekitar pusar. Teknik ini memungkinkan dokter melihat dan menangani organ reproduksi secara langsung tanpa perlu sayatan besar.
Dibandingkan operasi konvensional, laparoskopi memiliki beberapa keunggulan:
- Sayatan kecil dan lebih estetis
- Nyeri pasca operasi lebih ringan
- Risiko perlengketan (adhesi) lebih rendah
- Pemulihan lebih cepat
Karena itu, laparoskopi menjadi salah satu metode penting dalam penanganan penyakit kandungan dan infertilitas.
Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Laparoskopi
1. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan menyerupai lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan infertilitas.
Gejala yang sering muncul:
- Nyeri hebat sebelum atau saat menstruasi
- Perdarahan di luar siklus haid
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Gangguan buang air kecil atau besar
- Kelelahan
Endometriosis sering menimbulkan perlengketan di dalam panggul yang dapat mengganggu pertemuan sperma dan sel telur, serta menghambat perjalanan embrio menuju rahim.
Melalui laparoskopi, jaringan endometriosis dan perlengketan dapat diangkat, sehingga meningkatkan peluang kehamilan.
2. Kista Ovarium (Kistektomi)
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di indung telur. Sebagian besar bersifat jinak, namun dapat menimbulkan keluhan seperti:
- Perut terasa penuh atau kembung
- Nyeri panggul
- Nyeri mendadak jika kista pecah
Pada kondisi tertentu, kista perlu diangkat, terutama jika ukurannya besar, menimbulkan nyeri, atau tidak hilang dengan sendirinya.
Dengan teknik laparoskopi, kista dapat diangkat melalui sayatan kecil, dengan tetap menjaga jaringan ovarium agar fungsi kesuburan tetap optimal.
3. Mioma Uteri (Miomektomi)
Mioma (fibroid) adalah tumor jinak pada rahim yang sering muncul pada usia reproduktif.
Mioma dapat menyebabkan:
- Gangguan implantasi embrio
- Perdarahan menstruasi berlebihan
- Nyeri panggul
Melalui prosedur miomektomi laparoskopi, mioma dapat diangkat dengan risiko perdarahan dan jaringan parut yang lebih minimal, sehingga lebih aman bagi kesuburan.
4. Perlengketan (Adhesi) โ Lisis Adhesi
Perlengketan adalah jaringan parut yang terbentuk di dalam rongga panggul, sering akibat infeksi, endometriosis, atau operasi sebelumnya.
Gejala yang dapat muncul:
- Nyeri panggul kronis
- Gangguan menstruasi
- Infertilitas
- Keguguran berulang
Lisis adhesi adalah prosedur untuk melepaskan perlengketan tersebut. Teknik laparoskopi atau histeroskopi dipilih karena dapat meminimalkan risiko terbentuknya adhesi baru setelah tindakan.
Dengan memperbaiki anatomi organ reproduksi, peluang kehamilan dapat meningkat secara signifikan.
Kesimpulan
Laparoskopi merupakan solusi efektif dalam menangani berbagai penyebab infertilitas. Tidak hanya mengatasi penyakit yang mendasari, prosedur ini juga membantu mengembalikan fungsi organ reproduksi secara optimal.
Bagi wanita yang ingin hamil namun memiliki masalah seperti endometriosis, kista ovarium, mioma, atau perlengketan, laparoskopi dapat menjadi langkah penting sebelum menjalani terapi lanjutan seperti IVF.
Konsultasi
Jika Anda mengalami masalah kesuburan atau gejala seperti di atas, evaluasi sejak dini sangat penting.
๐ RSIA Gladiool
๐ www.gladiool.com
๐ 0293-367200

Sy mau tny dok,
Tuba sy kanan kiri non paten/mampet. Apa yg hars sy lakukan?
Sy jg pernh oprasi miom.
Kepada Shofiyyah,
Tuba non paten bilateral (kanan dan kiri) dapat dipastikan ulang dengan laparoskopi, namun pada banyak kasus memang tidak dapat diperbaiki.
Bila sudah tegak diagnosis TNP tersebut maka IVF / bayi tabung adalah program yang dapat menolong pasang untuk mendapatkan keturunan.
Silakan simak link persiapan IVF disini.