Radiofrequency Ablation (RFA): Terapi Modern untuk Mioma, Adenomiosis, dan Menoragia

๐Ÿ’ฌ Ingin tahu apakah kondisi Anda bisa ditangani tanpa operasi?

๐Ÿ‘‰ Klik di sini untuk konsultasi langsung via WhatsApp

Solusi minimal invasif untuk mengatasi perdarahan dan nyeri haid

Masalah seperti mioma (fibroid), adenomiosis, dan menoragia (haid berlebihan) sering kali menjadi penyebab utama ketidaknyamanan pada wanita, bahkan dapat mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Banyak pasien datang dengan keluhan nyeri haid hebat, perdarahan yang berlebihan, perut terasa penuh, hingga anemia yang berkepanjangan.

Selama ini, pilihan terapi sering kali mengarah pada operasi besar, bahkan hingga pengangkatan rahim (histerektomi). Namun, dengan perkembangan teknologi medis, kini tersedia pilihan terapi yang lebih modern, minimal invasif, dan tetap mempertahankan organ reproduksi, yaitu Radiofrequency Ablation (RFA).


Apa itu Radiofrequency Ablation (RFA)?

Radiofrequency Ablation (RFA) adalah prosedur medis yang menggunakan energi panas dari gelombang radiofrekuensi untuk menghancurkan jaringan abnormal, seperti mioma atau jaringan adenomiosis, tanpa harus mengangkat rahim.

Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan jarum khusus ke dalam jaringan target dengan panduan USG. Energi panas kemudian diberikan secara terkontrol, sehingga jaringan tersebut mengalami koagulasi (mati) dan secara bertahap akan mengecil.

Keunggulan utama dari RFA adalah:

  • tidak memerlukan sayatan besar
  • waktu tindakan relatif singkat
  • pemulihan lebih cepat
  • risiko komplikasi lebih rendah
  • rahim tetap dipertahankan

Apa itu Mioma, Adenomiosis, dan Menoragia?

1. Mioma (Fibroid)

Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di otot rahim. Mioma sangat umum ditemukan pada wanita usia reproduktif.

Penyebab mioma:

  • pengaruh hormon estrogen dan progesteron
  • faktor genetik
  • usia reproduktif aktif
  • obesitas
  • faktor lingkungan

Gejala mioma:

  • haid banyak dan lama
  • nyeri haid
  • perut terasa penuh atau membesar
  • sering buang air kecil
  • infertilitas pada beberapa kasus

2. Adenomiosis

Adenomiosis terjadi ketika jaringan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh masuk ke dalam otot rahim.

Penyebab adenomiosis:

  • invasi jaringan endometrium ke otot rahim
  • faktor hormonal
  • riwayat persalinan atau operasi rahim
  • peradangan kronis

Gejala adenomiosis:

  • nyeri haid yang berat
  • haid banyak (menoragia)
  • rahim membesar
  • nyeri panggul kronis

3. Menoragia (Haid Berlebihan)

Menoragia adalah kondisi di mana perdarahan haid berlangsung lebih lama atau lebih banyak dari normal.

Penyebab menoragia:

  • mioma
  • adenomiosis
  • gangguan hormonal
  • polip rahim
  • gangguan pembekuan darah

Dampak menoragia:

  • anemia
  • kelelahan kronis
  • penurunan kualitas hidup
  • gangguan aktivitas sehari-hari
Radiofrequency Ablation
Radiofrequency Ablation

Setiap kondisi berbeda.

Evaluasi yang tepat akan menentukan terapi terbaikโ€”tanpa harus langsung operasi.

๐Ÿ‘‰ Konsultasikan kondisi Anda sekarang

Bagaimana RFA bekerja pada kondisi ini?

RFA bekerja dengan cara menghancurkan jaringan abnormal secara langsung dari dalam.

Pada Mioma

Jarum RFA dimasukkan ke dalam mioma, lalu energi panas diberikan. Jaringan mioma akan mengalami nekrosis (kematian sel), dan dalam beberapa bulan akan mengecil secara signifikan.

Pada Adenomiosis

RFA membantu mengurangi jaringan abnormal di dalam otot rahim, sehingga nyeri haid berkurang dan perdarahan menjadi lebih terkontrol.

Pada Menoragia

Dengan mengecilnya mioma atau berkurangnya jaringan adenomiosis, sumber perdarahan berlebihan juga akan berkurang. Akibatnya, volume haid menjadi lebih normal.

Simak video : Manfaat RFA


Keunggulan RFA dibandingkan operasi konvensional

Dibandingkan dengan operasi seperti miomektomi atau histerektomi, RFA memiliki beberapa kelebihan yang sangat penting:

1. Minim luka dan nyeri

Tidak diperlukan sayatan besar, sehingga rasa nyeri pasca tindakan jauh lebih ringan.

2. Pemulihan cepat

Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat, bahkan dalam beberapa hari.

3. Rahim tetap dipertahankan

Ini sangat penting bagi pasien yang masih ingin memiliki anak atau mempertahankan organ reproduksinya.

4. Risiko komplikasi lebih rendah

Risiko perdarahan, infeksi, dan perlengketan lebih kecil dibandingkan operasi terbuka.

5. Lebih cost-effective

Dalam banyak kasus, RFA dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan operasi besar, terutama bila mempertimbangkan waktu rawat dan pemulihan.

Konsultasi Cepat:

  • Apakah kondisi saya perlu operasi?
  • Apakah bisa ditangani tanpa operasi?
  • Apakah aman untuk program hamil?

๐Ÿ‘‰ Klik untuk tanya langsung via WhatsApp


Siapa yang cocok menjalani RFA?

RFA dapat menjadi pilihan yang baik bagi pasien dengan:

  • mioma simptomatik
  • adenomiosis dengan nyeri atau menoragia
  • perdarahan haid berlebihan yang tidak membaik dengan obat
  • pasien yang ingin menghindari operasi besar
  • pasien yang ingin mempertahankan rahim

Namun, tidak semua pasien cocok untuk RFA. Pemilihan terapi harus berdasarkan evaluasi menyeluruh, termasuk ukuran, lokasi, dan jumlah mioma atau kondisi rahim secara keseluruhan.


โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”
๐Ÿ’ฌ Konsultasi Langsung

Bisa tanpa operasi?
Apakah perlu IVF?
Bagaimana peluang berhasil?

๐Ÿ‘‰ Klik untuk tanya langsung
โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”

Bagaimana proses tindakan RFA?

Secara umum, prosedur RFA dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Pasien dipersiapkan dengan anestesi ringan atau sedasi
  2. Dilakukan panduan menggunakan USG
  3. Jarum khusus dimasukkan ke dalam jaringan target
  4. Energi radiofrekuensi diberikan selama beberapa menit
  5. Jaringan target mengalami koagulasi
  6. Prosedur selesai tanpa sayatan besar

Durasi tindakan biasanya relatif singkat, dan pasien dapat pulang dalam waktu yang cepat.


Apakah RFA aman?

RFA merupakan prosedur yang relatif aman bila dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Risiko komplikasi tetap ada, tetapi umumnya lebih rendah dibandingkan prosedur bedah konvensional.

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • nyeri ringan sementara
  • keputihan atau spotting
  • reaksi ringan pasca tindakan

Sebagian besar pasien mengalami perbaikan gejala dalam beberapa minggu hingga bulan setelah tindakan.


Apakah setelah RFA masih bisa hamil?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul.

Karena RFA tidak mengangkat rahim, maka peluang kehamilan tetap ada. Bahkan, pada beberapa kasus, perbaikan kondisi rahim setelah RFA dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Namun, setiap kasus berbeda, sehingga perlu evaluasi lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing pasien.


Kesimpulan

Radiofrequency Ablation (RFA) merupakan terobosan penting dalam penanganan mioma, adenomiosis, dan menoragia. Dengan pendekatan minimal invasif, RFA menawarkan solusi yang lebih nyaman, aman, dan efektif tanpa harus mengorbankan rahim.

Bagi banyak wanita, ini bukan hanya tentang menghilangkan gejala, tetapi juga tentang mengembalikan kualitas hidup dan harapan.

@doddysutanto

Terapi Myoma dan Adenomyosis dalam 1 Tindakan non operatif. Tahukah kamu? Radiofrequency Ablation (RFA) adalah teknologi modern yang bisa mengatasi myoma dan adenomyosis TANPA sayatan besar, TANPA rawat inap lama, dan tetap menjaga kesuburan! ๐ŸŒธ โ € โœจ Manfaat RFA: โœ… Minim nyeri โœ… Proses cepat & aman โœ… Fertility-friendly (tidak mengganggu program hamil) โœ… Risiko komplikasi rendah โ € ๐ŸŽฅ Tonton sampai habis dan konsultasikan masalahmu hari ini. Jangan biarkan myoma & adenomyosis menghalangi kebahagiaanmu! โ € #RFA #RFAMyoma #RFAAdenomyosis #SolusiMyoma #SolusiAdenomyosis #MiomaUteri #Adenomyosis #Promil #ProgramHamil #MinimInvasif #MicroInvasive #RadiofrequencyAblation #KlinikFertility #IVFIndonesia #KesehatanWanita #DokterKandungan #ObgynIndonesia #Endometriosis #MyomaSolution #PromilCerdas #KlinikKandungan #WomenHealth #KlinikHamil #AnandaIVF #GladioolHospital #TiktokKesehatan #OperasiTanpaSayatan #FertilityPreserving #MinimallyInvasiveSurgery #SolusiCerdas ๐Ÿ’ก Jika mau, saya bisa bantu teks narasi suara, ide visual video, atau bahkan slide on-screen untuk TikTok ini! Kasih tahu ya! ๐Ÿš€

โ™ฌ Lovely Piano – Evgeny

Apabila Anda mengalami:

  • haid sangat banyak
  • nyeri haid hebat
  • mioma atau adenomiosis
  • atau sudah lama mengalami keluhan tanpa solusi yang jelas

Jangan ragu untuk melakukan evaluasi lebih lanjut. Pendekatan yang tepat dapat membantu Anda menemukan solusi yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi Anda.

Salam,
Dr. Doddy Sutanto, SpOG KFER
RSIA Gladiool, Gladiool IVF Magelang
0293367200
085811528808

www.gladiool.com

๐Ÿ‘‰ Klik untuk tanya langsung via WhatsApp

Lihat selengkapnya pada Link Youtube ini :

Posted in RFA Myoma uteri, Infertilitas | Leave a comment

Kupas Tuntas Infertilitas & IVF bersama Ahlinya

Bersama dr. Seso Sulijaya, Sp.And, kami membahas secara menyeluruh tentang infertilitas, program bayi tabung (IVF), serta perjalanan berdirinya Gladiool IVF dengan visi menghadirkan solusi yang efektif, efisien, dan terjangkau bagi setiap pasangan.

Jika Anda sedang berjuang untuk mendapatkan buah hati, video ini akan membantu Anda memahami penyebab dan solusi yang tepat.

๐Ÿ‘‰ Konsultasikan kondisi Anda sekarang untuk mendapatkan solusi yang tepat

IVF Center: 0858-6779-2994


My Expertise : IVF, RFA, SCT

Bayi Tabung (IVF)

Program fertilitas modern dengan mempertemukan sperma dan sel telur di laboratorium, dan setelah menjadi embryo dimasukkan ke rahim ibu


๐Ÿ‘‰ Pelajari IVF

Radiofrequency Ablation (RFA)
Terapi minimal invasif untuk mioma dan adenomiosis tanpa operasi besar, membantu mengurangi gejala dan meningkatkan peluang kehamilan.

๐Ÿ‘‰ Pelajari RFA

Sclerotherapy
Kista Coklat

Penanganan kista coklat yang juga disebut kista endometriosis atau endometrioma. Terapi ini tanpa operasi, dengan ringan dan cepat, dan tidak menurunkan AMH

๐Ÿ‘‰ Pelajari SCT


๐Ÿ‘‰ โ€œLihat video laporan keberhasilan Gladiool IVFโ€
๐Ÿ‘‰ โ€œLihat Success Storyโ€


Hubungi & Informasi Lebih Lanjut

๐Ÿ“ž RSIA Gladiool

Poliklinik: 0858-1152-8808 | 0293-367200

IVF Center: 0858-6779-2994

๐ŸŒ Website

RSIA Gladiool: www.gladiool.com

Gladiool IVF: www.gladioolivf.com

๐ŸŽฅ TikTok

@doddysutanto

Posted in Infertilitas, IVF/Bayi tabung, kista ovarium, Pemeriksaan, RFA Myoma uteri | Tagged , , , | Leave a comment

Hallo pembaca

Selamat datang.

Perkenalkan, saya dr. Doddy Sutanto, M.Kes, SpOG, KFER seorang dokter yang berfokus pada kesehatan wanita dan fertilitas. Selama bertahun-tahun, saya bertemu dengan begitu banyak pasangan yang memiliki satu harapan yang samaโ€”memiliki buah hati, hidup sehat, dan menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.

Di balik setiap pasien, saya tidak hanya melihat diagnosis.
Saya melihat cerita. Saya melihat perjuangan. Dan saya melihat harapan.

Website ini saya buat bukan hanya sebagai tempat berbagi ilmu, tetapi sebagai ruang yang jujur, sederhana, dan bisa dipercayaโ€”tempat di mana Anda bisa memahami kondisi Anda dengan lebih baik, tanpa rasa takut, tanpa kebingungan.


Visi Saya

Membantu lebih banyak orang memahami kesehatan reproduksi dengan cara yang sederhana, logis, dan berbasis ilmu, sehingga setiap orang bisa mengambil keputusan terbaik untuk dirinya dan keluarganya.

Saya percaya bahwa kesehatan tidak harus selalu rumit.
Dan pengobatan tidak harus selalu mahal.


Misi Saya

  • Menyederhanakan informasi medis agar mudah dipahami siapa saja
  • Memberikan edukasi yang jujur, tidak berlebihan, dan berbasis bukti
  • Membantu pasien menemukan solusi yang efektif, minimal invasif, dan terjangkau
  • Menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi dalam dunia medis

Apa yang Bisa Anda Dapatkan di sini?

Website ini dibuat untuk Anda.

Di sini, Anda akan menemukan:

  • Penjelasan yang mudah dipahami tentang infertilitas, IVF, mioma, adenomiosis, dan kesehatan wanita
  • Panduan praktis untuk memahami kondisi Anda sendiri sebelum mengambil keputusan medis
  • Insight tentang teknologi dan terapi terbaru yang lebih ringan dan efisien
  • Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering membuat Anda bingung atau khawatir

Saya ingin Anda merasa lebih tenang setelah membaca.
Lebih mengerti. Dan lebih siap melangkah.


Untuk Anda yang Sedang Berjuang

Jika Anda sedang menunggu kehamilan,
jika Anda sedang menghadapi nyeri yang tidak kunjung selesai,
atau jika Anda merasa lelah dengan berbagai informasi yang membingungkanโ€”

Anda tidak sendirian.

Dan selalu ada jalan.


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berada di sini.
Semoga apa yang Anda baca di website ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.

Salam hangat,

dr. Doddy Sutanto, SpOG


dr. Doddy Sutanto, M.Kes SpOG, K(FER)

Posted in Infertilitas, IVF/Bayi tabung, kista ovarium, Pemeriksaan, RFA Myoma uteri | Tagged | 1 Comment

Infertilitas : Dok kenapa kok belum hamil juga ?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul dari pasangan yang belum juga hamil setelah beberapa waktu menikah. Biasanya muncul setiap kali menstruasi datang kembali, padahal berbagai usaha sudah dilakukan.

Mulai dari mencoba berbagai makanan, jamu, hingga โ€œobat mujarabโ€. Sudah olahraga, mengatur berat badan, hingga mencoba berbagai cara saat berhubungan. Namun hasilnya tetap sama: belum hamil.

Faktanya, infertilitas adalah kondisi medis, bukan mitos.


Ilustrasi pasangan menunggu hasil test kehamilan (emosional, realistis, clean medical tone)


Kapan Disebut Infertil?

Sebagian besar pasangan dapat hamil jika melakukan hubungan rutin tanpa kontrasepsi selama 1 tahun. Jika belum berhasil, kondisi ini disebut infertilitas.

๐Ÿ‘‰ Baca juga:
โžก๏ธ Program Hamil & Strateginya


5 Faktor Utama Penyebab Infertilitas

Kehamilan hanya bisa terjadi jika semua faktor ini berjalan dengan baik. Jika salah satu saja bermasalah, peluang hamil akan menurun.


1. Faktor Sperma (Pria)

Sperma harus:

  • Jumlah cukup
  • Gerak (motilitas) baik
  • Bentuk normal

Pemeriksaan: Analisis sperma

๐Ÿ‘‰ Referensi medis:
โžก๏ธ https://www.who.int/publications/i/item/9789240030787 (WHO semen analysis guideline)


Sperm with Egg

2. Faktor Vagina & Leher Rahim

Infeksi atau gangguan di area ini dapat menghambat perjalanan sperma.
Kadang tidak bergejala โ†’ perlu pemeriksaan ginekologi.

๐Ÿ‘‰ Baca juga:
โžก๏ธ Sclerotherapy untuk Kista Coklat


3. Faktor Rahim & Endometrium

Masalah yang sering ditemukan:

Myoma, Adenomyosis
  • Mioma
  • Adenomyosis
  • Endometrium tidak optimal

Gejala:

  • Nyeri haid
  • Perdarahan banyak / tidak normal

๐Ÿ‘‰ Baca lebih lengkap:
โžก๏ธ Radiofrequency Ablation (RFA)



4. Faktor Tuba Fallopi

Saluran telur harus terbuka agar sperma bertemu sel telur.

Masalah:

  • Sumbatan
  • Infeksi
  • Endometriosis

Pemeriksaan:

  • HSG
  • Pertubasi

๐Ÿ‘‰ Referensi:
โžก๏ธ https://www.acog.org (American College of Obstetricians and Gynecologists)


Hydrosalphinx

Diagram tuba fallopi normal vs tersumbat


5. Faktor Telur & Hormonal

Kualitas sel telur menurun seiring usia, terutama setelah 35 tahun.

Masalah yang sering:

  • PCOS
  • Gangguan tiroid
  • Hiperprolaktinemia

Tanda:

  • Siklus haid tidak teratur

๐Ÿ‘‰ Baca juga:
โžก๏ธ IVF (Bayi Tabung) di Gladiool


Jumlah Folikel menurun bedasar usia

Ilustrasi ovarium dengan folikel + grafik penurunan kualitas telur sesuai usia


Kesimpulan

Infertilitas bukan karena kurang usaha, salah posisi, atau mitos lainnya.

Ini adalah kondisi medis yang:
โœ” Bisa diperiksa
โœ” Bisa didiagnosis
โœ” Bisa ditangani

Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin besar peluang untuk berhasil hamil.


๐Ÿ“ž Konsultasi

Untuk evaluasi dan terapi infertilitas:

๐Ÿ‘‰ RSIA Gladiool
๐ŸŒ https://www.gladiool.com
๐Ÿ“ž 0293-367200


Gladiool IVF

ย 

ย 

ย 

Posted in Infertilitas, IVF/Bayi tabung, Pemeriksaan | Tagged , , , | Leave a comment

Laparoskopi dalam Penanganan Infertilitas

Laparoskopi

Dokter dapat membantu mengatasi infertilitas dengan berbagai cara, salah satunya melalui tindakan bedah minimal invasif, yaitu laparoskopi.

Laparoskopi adalah prosedur operasi menggunakan kamera fiber optik yang dimasukkan melalui sayatan kecil di sekitar pusar. Teknik ini memungkinkan dokter melihat dan menangani organ reproduksi secara langsung tanpa perlu sayatan besar.

Dibandingkan operasi konvensional, laparoskopi memiliki beberapa keunggulan:

  • Sayatan kecil dan lebih estetis
  • Nyeri pasca operasi lebih ringan
  • Risiko perlengketan (adhesi) lebih rendah
  • Pemulihan lebih cepat

Karena itu, laparoskopi menjadi salah satu metode penting dalam penanganan penyakit kandungan dan infertilitas.


Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Laparoskopi

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan menyerupai lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan infertilitas.

Gejala yang sering muncul:

  • Nyeri hebat sebelum atau saat menstruasi
  • Perdarahan di luar siklus haid
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Gangguan buang air kecil atau besar
  • Kelelahan

Endometriosis sering menimbulkan perlengketan di dalam panggul yang dapat mengganggu pertemuan sperma dan sel telur, serta menghambat perjalanan embrio menuju rahim.

Melalui laparoskopi, jaringan endometriosis dan perlengketan dapat diangkat, sehingga meningkatkan peluang kehamilan.


2. Kista Ovarium (Kistektomi)

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di indung telur. Sebagian besar bersifat jinak, namun dapat menimbulkan keluhan seperti:

  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Nyeri panggul
  • Nyeri mendadak jika kista pecah

Pada kondisi tertentu, kista perlu diangkat, terutama jika ukurannya besar, menimbulkan nyeri, atau tidak hilang dengan sendirinya.

Dengan teknik laparoskopi, kista dapat diangkat melalui sayatan kecil, dengan tetap menjaga jaringan ovarium agar fungsi kesuburan tetap optimal.


3. Mioma Uteri (Miomektomi)

Mioma (fibroid) adalah tumor jinak pada rahim yang sering muncul pada usia reproduktif.

Mioma dapat menyebabkan:

  • Gangguan implantasi embrio
  • Perdarahan menstruasi berlebihan
  • Nyeri panggul

Melalui prosedur miomektomi laparoskopi, mioma dapat diangkat dengan risiko perdarahan dan jaringan parut yang lebih minimal, sehingga lebih aman bagi kesuburan.


4. Perlengketan (Adhesi) โ€“ Lisis Adhesi

Perlengketan adalah jaringan parut yang terbentuk di dalam rongga panggul, sering akibat infeksi, endometriosis, atau operasi sebelumnya.

Gejala yang dapat muncul:

  • Nyeri panggul kronis
  • Gangguan menstruasi
  • Infertilitas
  • Keguguran berulang

Lisis adhesi adalah prosedur untuk melepaskan perlengketan tersebut. Teknik laparoskopi atau histeroskopi dipilih karena dapat meminimalkan risiko terbentuknya adhesi baru setelah tindakan.

Dengan memperbaiki anatomi organ reproduksi, peluang kehamilan dapat meningkat secara signifikan.


Kesimpulan

Laparoskopi merupakan solusi efektif dalam menangani berbagai penyebab infertilitas. Tidak hanya mengatasi penyakit yang mendasari, prosedur ini juga membantu mengembalikan fungsi organ reproduksi secara optimal.

Bagi wanita yang ingin hamil namun memiliki masalah seperti endometriosis, kista ovarium, mioma, atau perlengketan, laparoskopi dapat menjadi langkah penting sebelum menjalani terapi lanjutan seperti IVF.


Konsultasi

Jika Anda mengalami masalah kesuburan atau gejala seperti di atas, evaluasi sejak dini sangat penting.

๐Ÿ‘‰ RSIA Gladiool
๐ŸŒ www.gladiool.com
๐Ÿ“ž 0293-367200


Posted in Infertilitas | 2 Comments

GladioolIVF Magelang, the most simple and effective IVF in Indonesia

Gladiool IVF merupakan unit layanan fertilitas yang berdiri sejak tahun 2012, sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan reproduksi di RSIA Gladiool. Pusat layanan ini didirikan oleh Dr. Doddy Sutanto, M.Kes, SpOG, Subsp. FER bersama Prof Dr. Dicky Moch Rizal, dengan tujuan menghadirkan layanan bayi tabung yang efektif, terjangkau, dan berstandar tinggi bagi masyarakat Indonesia.

Sejak awal berdirinya, Gladiool IVF memiliki visi yang jelas: memberikan solusi nyata bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan, dengan pendekatan medis yang rasional, efisien, dan berbasis bukti ilmiah. Tidak hanya berfokus pada teknologi, Gladiool IVF juga menekankan pentingnya pendekatan personal, empati, dan komunikasi yang baik dengan setiap pasien.

Dalam perjalanannya, Gladiool IVF berkembang menjadi salah satu pusat fertilitas yang dikenal dengan pendekatan โ€œsimple, effective, and affordable IVFโ€. Prinsip ini diwujudkan melalui pemilihan protokol terapi yang tepat, penggunaan teknologi yang relevan, serta efisiensi dalam biaya tanpa mengorbankan kualitas hasil.

Salah satu keunggulan Gladiool IVF adalah penggunaan protokol stimulasi yang dikembangkan secara khusus, yang dikenal sebagai Ananda Protocol. Protokol ini dirancang untuk menghasilkan respons ovarium yang optimal dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan protokol konvensional, tanpa mengurangi kualitas sel telur maupun embrio yang dihasilkan. Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda utama dalam layanan Gladiool IVF.

Selain layanan bayi tabung (IVF), Gladiool IVF juga mengintegrasikan berbagai terapi penunjang fertilitas berbasis minimal invasif. Di antaranya adalah:

  • Radiofrequency Ablation (RFA) untuk penanganan mioma dan adenomiosis
  • Sclerotherapy untuk kista endometriosis (kista coklat)
  • Bedah laparoskopi untuk koreksi kelainan anatomi reproduksi

Pendekatan ini memungkinkan banyak pasien untuk mendapatkan peluang kehamilan tanpa harus langsung menjalani IVF, atau meningkatkan keberhasilan IVF dengan memperbaiki kondisi dasar terlebih dahulu.

Dari sisi laboratorium, Gladiool IVF terus menjaga standar kualitas dalam proses fertilisasi, kultur embrio, hingga penyimpanan (cryopreservation). Setiap tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas embrio yang optimal.

Gladiool IVF juga berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan edukasi. Berbagai pengalaman klinis, termasuk dalam bidang RFA dan teknik fertilitas lainnya, telah dipresentasikan dalam forum ilmiah dan menjadi bagian dari kontribusi terhadap perkembangan dunia kedokteran reproduksi di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gladiool IVF juga berkembang menjadi fondasi bagi lahirnya jaringan layanan fertilitas yang lebih luas, yaitu Ananda IVF, yang mengusung konsep layanan fertilitas yang lebih mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah. Dengan model ini, pengalaman dan sistem yang telah terbukti di Gladiool IVF dapat direplikasi untuk menjangkau lebih banyak pasangan.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Gladiool IVF terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi setiap pasangan yang sedang berjuang memiliki buah hati. Pendekatan yang mengedepankan efektivitas, efisiensi, dan empati menjadi landasan utama dalam setiap langkah pelayanan.

Gladiool IVF

GIVF Babies

Dengarkan pasien yang sudah berhasil :

Posted in Infertilitas, IVF/Bayi tabung | Tagged , , | Leave a comment

ANALISA SPERMA, WHAT NEXT?

Analisa Sperma: Langkah Cerdas Pria dalam Program Hamil

Karena promil bukan hanya tentang istriโ€ฆ tapi tentang berdua.


Apakah Anda dan pasangan sudah lama menunggu?

Banyak pasangan sudah menjalani berbagai pemeriksaanโ€”USG, hormon, bahkan terapiโ€”namun sering kali satu hal penting terlewatkan: pemeriksaan pada pria.

Padahal, dalam dunia fertilitas, sekitar 30% kasus sulit hamil berasal dari faktor pria.

Artinyaโ€ฆ tanpa disadari, setengah dari solusi ada pada Anda.


Kenapa Analisa Sperma Itu Penting?

Analisa sperma adalah pemeriksaan dasar, sederhana, namun sangat menentukan untuk menilai kesuburan pria.

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai:

โœ” Jumlah sperma โ€“ cukup atau tidak untuk membuahi
โœ” Pergerakan sperma (motilitas) โ€“ bisa mencapai sel telur atau tidak
โœ” Bentuk sperma (morfologi) โ€“ normal atau tidak

Ketiga faktor ini adalah kunci utama keberhasilan kehamilan alami.


Fakta yang Sering Tidak Disadari

Banyak pria merasa:

  • Malu
  • Tidak nyaman
  • Takut mengetahui hasil

Padahal justru sebaliknyaโ€ฆ

๐Ÿ‘‰ Semakin cepat diketahui, semakin mudah diperbaiki.

Pada banyak kasus, gangguan sperma ringan bisa membaik hanya dengan:

  • Perbaikan pola makan
  • Olahraga
  • Tidur cukup
  • Mengurangi rokok
  • Manajemen stres

Bagaimana Proses Pemeriksaannya?

Tenang, prosesnya sederhana dan aman.

Sebelum pemeriksaan, Anda hanya perlu:

โœ” Puasa seksual 2โ€“7 hari
โœ” Sampel diambil secara mandiri (privat)
โœ” Menggunakan wadah steril dari laboratorium
โœ” Diperiksa dalam waktu <30 menit

๐Ÿ“Œ Pemeriksaan dilakukan minimal 2 kali (jarak 2โ€“4 minggu) untuk hasil yang akurat sesuai standar WHO.


Apa Arti Hasilnya?

Hasil analisa sperma akan diklasifikasikan, seperti:

  • Normal (Normozoospermia)
  • Jumlah rendah (Oligospermia)
  • Gerakan kurang (Asthenozoospermia)
  • Bentuk abnormal (Teratozoospermia)

Dari sini, dokter akan menentukan langkah terbaikโ€”mulai dari terapi sederhana hingga pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.


Jangan Menunggu Terlambat

Banyak pasangan datang setelah bertahun-tahun mencobaโ€ฆ

Padahal, dengan pemeriksaan sederhana sejak awal, perjalanan promil bisa:
โœ” Lebih cepat
โœ” Lebih terarah
โœ” Lebih hemat biaya


Konsultasikan Sekarang

Di RSIA Gladiool & Gladiool IVF, pemeriksaan dilakukan secara profesional, privat, dan terintegrasi dengan penanganan fertilitas yang komprehensif.

Anda tidak hanya diperiksa, tetapi dibimbing untuk mendapatkan solusi terbaik.

Salam Andrology….

drzeezouu


๐Ÿ“ž Hubungi Kami Sekarang

RSIA Gladiool
๐Ÿ“ Magelang
๐Ÿ“ž 0293-367200
๐ŸŒ www.gladiool.com

simak juga Preparasi Sperma yang kurang bagus dengan Zimot : https://www.tiktok.com/@givflabstories/video/7493739328330419461?q=zimot&t=1774571016127

Posted in Uncategorized, Infertilitas | Tagged , , | 2 Comments

Memilih Jenis Kelamin Bayi: Antara Metode Tradisional dan Pendekatan Medis

Memilih Jenis Kelamin Bayi: Antara Metode Tradisional dan Pendekatan Medis

Keinginan untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu telah ada sejak lama. Berbagai metode telah dikembangkan, mulai dari pendekatan tradisional hingga teknologi reproduksi modern. Namun, tidak semua metode memiliki tingkat akurasi yang sama. Penting untuk memahami mana yang hanya bersifat teori populer, dan mana yang benar-benar didukung oleh bukti ilmiah.


Metode Tradisional: Metode Shettles

Salah satu metode tradisional yang paling dikenal adalah metode Shettles.

Metode ini sudah diperkenalkan sejak 1970 oleh dr.Landrum B. Shettles yang  ditulis pada International journal of Gynecology and Obstetrics.  Pada kesimpulannya beliau mengatakan bahwa pemilihan jenis kelamin dapat diupayakan dengan pengaturan jadwal hubungan seksual dan memodifikasi lingkungan di organ reproduksi wanita. Dasar pemikirannya adalah sebagai berikut:

  • Pada dasarnya, penentu jenis kelamin bayi tergantung dari jenis kromosom spermaย ย  yang berhasil membuahi.
  • sel telur ( wanita) mempunyai kromosom hanya X saja.
  • Sperma ada dua jenis , kelompok membawa kromosom X dan kelompok kromosom Y.
  • Bila sperma-X membuahi maka akan terbentuk janin wanita, dan sebaliknya, bila pembuahan oleh sperma-Y akan terbentuk janin laki-laki.
  • Sperma-Y mempunyai karakteristik lebih kecil dan lebih cepat bergerak dari pada sperma X.
  • Sperma-X mempunyai daya tahan hidup lebih lama dan lebih tahan terhadap kondisi yang lebih asam (pH<7) dari pada sperma-Y

XX Perempuan, XY Laki-laki

Berdasarkan karakteristik di atas, Shettles merekomendasikan:

Untuk mendapatkan anak laki-laki :

  • Saat berhubungan sebaiknya sedekat mungkin dengan saat ovulasi.
  • Tidak berhubungan 3 sampai 4 hari sebelum ovulasi, melakukan hubungan hanya saat hari ovulasi.
  • Melakukan hubungan dengan penetrasi yang dalam, misalnya rear-entry (suami di belakang istri).
  • Sang suami sebaiknya menghindari pakaian dalam ketat, karena hal ini akan lebih mengurangi kemampuan sperma-Y (meskipun sperma-X juga terpengaruh)
  • Istri mendapatkan orgasme. Menurut teori ini orgasme akan membuat organ reproduksi wanita memproduksi sekresi yang bersifat basa/alkali (pH>7) yang sangat akomodatif terhadap sperma-Y. Sehingga Shettles merekomendasi agar sang istri mendapatkan orgasme sebelum dan bersamaan dengan sang suami.

Untuk mendapatkan anak perempuan :

  • Hubungan seksual 2-3 hari sebelum ovulasi dan hindari saat hari ovulasi sampai 2 hari setelahnya (ketika wanita mendapatkan lendir yang banyak).ย  Dasar pemikirannya adalah, agar pada saat ovulasi, hanya tinggal sperma-X yang masih hidup di dalam organ reproduksi wanita dan dapat membuahi.
  • Sang istri menghindari orgasme, karena hal ini akan membuat situasi di vagina menjadi basa/alkali dan hal ini akan tidak menguntungkan untie ย sperma-X.

Metode ini juga sering dikombinasikan dengan pendekatan lain seperti pengaturan pH vagina melalui diet tertentu, orgasme wanita, atau praktik pembilasan vagina. Namun, meskipun menarik secara teori, pendekatan ini memiliki keterbatasan yang signifikan dan tidak konsisten dalam praktik klinis.


Pendekatan Medis: Inseminasi dengan Pemrosesan Sperma

https://www.mayoclinic.org/-/media/kcms/gbs/patient-consumer/images/2023/09/08/14/38/intrauterine-insemination-8col-2803258-001.jpg

Berbeda dengan metode tradisional, pendekatan medis berbasis laboratorium memberikan hasil yang jauh lebih dapat diprediksi. Salah satu metode yang digunakan adalah inseminasi intrauterin (IUI) dengan pemrosesan sperma.

Teknik seperti swim-up memanfaatkan kemampuan sperma paling motil untuk naik ke media tertentu, sehingga hanya sperma berkualitas terbaik yang dipilih. Sementara itu, metode CSDG (Continuous Single Density Gradient) memisahkan sperma berdasarkan densitasnya melalui proses sentrifugasi.

Dengan teknik ini, populasi sperma yang digunakan dapat diperkaya dengan karakteristik tertentu, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan. Dalam praktik klinis, pendekatan ini dapat mencapai tingkat keberhasilan hingga sekitar 85โ€“90%.


๐Ÿงซ Pendekatan Paling Akurat: IVF + PGT-A

https://www.zeiss.com/content/dam/rms/reference-master/resource-center/insights-hub/user-story/assisted-reproductive-technology-how-microscopy-helps-families-grow/in-the-fertility-lab.jpg/_jcr_content/renditions/original.image_file.1920.1920.1168%2C0%2C5840%2C4672.file/in-the-fertility-lab.jpg
https://www.researchgate.net/publication/265608729/figure/fig1/AS%3A601646757314578%401520455173666/Human-embryo-on-day-5-blastocyst-stage-of-its-creation.png
https://images.squarespace-cdn.com/content/v1/6191955701d1c02b2a72e981/28d72a32-0895-45d1-8524-5857e2ce1441/sperm%2Bfertilizes%2Begg.jpg

Metode yang paling akurat adalah IVF (bayi tabung) yang dikombinasikan dengan PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy).

Pada teknik ini, embrio yang telah terbentuk dianalisis secara genetik sebelum ditanamkan. Selain untuk menilai kesehatan kromosom, metode ini memungkinkan identifikasi jenis kelamin embrio dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mendekati 100%.

Namun, metode ini lebih kompleks, memerlukan biaya lebih besar, dan memiliki pertimbangan etika dalam penggunaannya.


Kesimpulan

Perbandingan antara metode tradisional dan medis menunjukkan perbedaan yang jelas:

  • Metode Shettles โ†’ teoritis, tidak konsisten
  • Inseminasi + pemrosesan sperma โ†’ lebih akurat
  • IVF + PGT-A โ†’ paling presisi

Pada akhirnya, tujuan utama tetaplah mendapatkan kehamilan yang sehat dan bayi yang lahir dengan kondisi optimal.

ย 

ย 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TERATOZOOSPERMIA

Selain Asthenozoospermia atau gangguan gerak spermatozoa (lihat postingan sebelumnya), kelainan spermatozoa lain yang biasa dijumpai pada hasil analisa sperma yakni teratozoospermia. Apa sih teratozoospermia?

Teratozoospermia adalah kelainan bentuk (morfologi) spermatozoa. Bentuk spermatozoa normalnya menyerupai kecebong, yang terdiri dari bagian kepala, leher serta ekor. Bentuk spermatozoa yang normal sangat diperlukan dalam proses fertilisasi (pembuahan sel telur) secara alamiah. Persentase spermatozoa dengan morfologi normal yang rendah yakni kurang dari 4% akan sangat menurunkan kemungkinan kehamilan istri secara alamiah hingga kurang dari 5%.

\"sperm

Terdapat banyak hal yang menyebabkan teratozoospermia, mulai karena adanya varikokel, akibat pengaruh polutan yang merupakan sumber radikal bebas, hingga karena sebab genetik. Jika dijumpai kelainan spermatozoa berupa teratozoospermia, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi di Rumah Sakit (seperti pada RSIA Gladiool Magelang tempat saya bekerja) untuk mendapatkan gambaran mengenai penyebab dari kondisi Anda serta penanganan terbaik. Pada kasus ringan, misal akibat radikal bebas, suplemen antioksidan dosis tinggi dapat diberikan, namun jika penyebabnya yakni varikokel, tindakan operasi tentu perlu dipertimbangkan.

Salam Andrologi,

drzeezouu

 

\"SpermMorph\"

 

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment

SPERMA LETOY (ASTHENOZOOSPERMIA)

Oh….Sperma bisa lemes atau letoy juga yah?! Gangguan sperma berupa banyaknya sperma yang letoy disebut dengan asthenozoospermia. Definisi dari istilah asthenozoospermia yakni suatu kondisi dimana sebagian besar sel benih atau spermatozoa di dalam cairan mani bergerak sangat lambat atau tidak bergerak sama sekali.

Berdasarkan penggolongan menurut motilitas atau gerakannya, sel spermatozoa dibagi menjadi tiga yakni gerak progresif (maju lurus ke depan), gerak non progresif (gerak tidak maju atau berputar-putar) serta imotil (tidak bergerak). Menurut aturan WHO terbaru yakni tahun 2010, hasil analisis sperma dikatakan normal bila minimal 32% dari seluruh spermatozoa dalam cairan mani bergerak lurus maju (progresif).

Lalu sebenarnya apa yang membuat spermatozoa bisa bergerak? Spermatozoa dapat bergerak karena adanya flagel atau yang sering dikenal dengan ekor. Di dalam flagel tersebut terdapat mitokondria yang merupakan mesin penghasil energi untuk pergerakan spermatozoa. Pergerakan spermatozoa ini penting selama dalam di dalam rahim dan menuju saluran telur untuk bertemu dengan sel telur saat ovulasi. Selain itu, pergerakan spermatozoa juga penting agar spermatozoa dapat menembus lapisan pelindung sel telur dan akhirnya dapat membuahi sel telur.

\"sperm

Penyebab dari kondisi asthenozoospermia ada bermacam-macam, mulai dari pengaruh usia, gaya hidup seperti merokok, hobby berendam air panas, sauna, gemar memakai celana jeans yang ketat, adanya infeksi, penyakit kronis misal hepatitis, faktor hormon hingga faktor keturunan atau genetik. Wah banyak juga yah?! Nah untuk pengaruh suhu terhadap kualitas sperma dapat dibaca lebih lanjut pada artikel โ€œberendam air panas bisa mengurangi produksi dan kualitas spermaโ€.

Jika hasil analisis sperma menunjukkan hasil asthenozoospermia atau gerak spermatozoa yang kurang, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi, misal di rumah sakit tempat saya bekerja untuk mengetahui penjelasan mengenai penyebab dari kondisi Anda serta penanganan yang diperlukan agar sperma Anda tidak letoy lagi.

Salam andrologi,

drzeezouu

Posted in Infertilitas | 1 Comment