Workshop RFA FRES 2026: dr. Doddy Sutanto Berbagi Pengalaman Melakukan Tindakan RFA untuk Myoma dan Adenomyosis

Bandung, 8–11 Oktober 2026 — Workshop RFA FRES 2026 menjadi salah satu kesempatan berharga bagi dr. Doddy Sutanto untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan teknik Radiofrequency Ablation (RFA) untuk mioma uteri dan adenomiosis di Indonesia.

Dalam rangkaian Kongres Nasional HIFERI ini, dr. Doddy Sutanto berperan sebagai Course Coordinator, RFA Instructor, dan Narasumber, baik dalam workshop dua hari maupun simposium ilmiah nasional.

Untuk mengenal lebih jauh pengalaman klinis dan kegiatan ilmiah dr. Doddy Sutanto, silakan mengunjungi halaman profil profesional serta membaca informasi mengenai Radiofrequency Ablation (RFA) sebagai salah satu pilihan terapi minimal invasif untuk mioma dan adenomiosis.

Pengalaman Lebih dari 300 Tindakan RFA untuk Mioma dan Adenomiosis

Dengan pengalaman lebih dari 300 prosedur RFA, dr. Doddy Sutanto terus berupaya mengembangkan teknik ini sebagai salah satu pilihan terapi minimal invasif pada pasien yang memenuhi indikasi.

Pengalaman tersebut juga menjadi dasar dalam berbagi pengetahuan praktis dengan para dokter, termasuk mengenai seleksi pasien, ketepatan teknik, manfaat, serta keterbatasan tindakan.

Workshop RFA FRES 2026: Pelatihan untuk 30 Dokter

Workshop yang diselenggarakan pada 8–9 Oktober 2026 diikuti oleh 30 dokter, dengan pembahasan mulai dari pemilihan pasien, perencanaan tindakan, teknik RFA, hingga aspek keamanan dan evaluasi hasil terapi.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman klinis sekaligus mendiskusikan penerapan teknologi minimal invasif dalam penanganan mioma dan adenomiosis, terutama pada pasien yang masih mengharapkan kehamilan.

Video Dokumentasi Workshop RFA dan Simposium FRES 2026

Video ini merangkum keterlibatan dr. Doddy Sutanto sebagai Course Coordinator, RFA Instructor, dan Speaker dalam rangkaian FRES 2026 – Kongres Nasional HIFERI di Bandung.

Selama dua hari workshop, sebanyak 30 dokter mengikuti pembelajaran mengenai Radiofrequency Ablation (RFA) untuk mioma dan adenomiosis, mulai dari pemilihan pasien hingga teknik tindakan.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi ilmiah pada simposium nasional, berbagi pengalaman lebih dari 300 tindakan RFA serta perkembangan penerapannya dalam bidang ginekologi dan fertilitas.

Bagi saya, kesempatan ini bukan hanya untuk berbagi pengalaman, tetapi juga untuk terus belajar dan berkembang bersama teman-teman kolega demi meningkatkan kualitas pelayanan pasien.

Peran RFA dalam Penanganan Mioma, Adenomiosis, dan Fertilitas

Radiofrequency Ablation (RFA) merupakan salah satu teknologi minimal invasif yang menggunakan energi panas untuk melakukan ablasi jaringan target pada kasus mioma uteri dan adenomiosis tertentu.

Dalam praktik klinis, RFA dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi bagi pasien yang ingin menghindari operasi besar, dengan mempertimbangkan ukuran, lokasi, karakteristik lesi, gejala, serta rencana kehamilan.

Pada pasien dengan masalah fertilitas, pemilihan tindakan memerlukan evaluasi lebih mendalam. Tidak semua mioma atau adenomiosis memerlukan intervensi, dan tidak semua pasien merupakan kandidat yang sesuai untuk RFA.

Dengan pengalaman lebih dari 300 prosedur RFA, dr. Doddy Sutanto menekankan pentingnya seleksi pasien, perencanaan tindakan berbasis ultrasonografi, serta pemahaman mengenai manfaat dan keterbatasan terapi.

Dalam workshop FRES 2026, aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dari diskusi dan pembelajaran bersama para dokter peserta.

Pengembangan teknik RFA diharapkan dapat memberikan tambahan pilihan penanganan yang lebih individual, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien dan mempertimbangkan bukti ilmiah yang tersedia.

Khusus pada pasien yang merencanakan kehamilan, keputusan terapi harus mempertimbangkan keterbatasan data keamanan reproduksi jangka panjang setelah RFA serta membandingkannya dengan pilihan terapi lain yang telah tersedia

Presentasi RFA pada Simposium Nasional FRES 2026

Selain menjadi instruktur workshop, dr. Doddy Sutanto juga mendapat kesempatan mempresentasikan berbagai aspek RFA dalam simposium FRES 2026 yang dihadiri terutama oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi serta konsultan Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi.

Presentasi mencakup perkembangan teknologi RFA, aplikasinya pada mioma dan adenomiosis, pertimbangan fertilitas, teknik tindakan, serta pengalaman dan hasil klinis.

dr. Doddy Sutanto presentasi RFA mioma dan adenomiosis pada Simposium Nasional FRES 2026

dr. Doddy Sutanto menyampaikan presentasi ilmiah mengenai Radiofrequency Ablation (RFA) untuk mioma dan adenomiosis pada Simposium Nasional FRES 2026, Bandung.

Melalui kegiatan Workshop RFA FRES 2026, diharapkan semakin banyak dokter mendapatkan pemahaman mengenai penerapan teknologi Radiofrequency Ablation secara tepat dan bertanggung jawab. Kolaborasi, diskusi ilmiah, dan pertukaran pengalaman klinis menjadi bagian penting dalam mengembangkan pelayanan ginekologi minimal invasif yang aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *